I.
Menyajikan Data dalam Bentuk Tabel Distribusi
Frekuensi.
Langkah pertama dalam statistik deskriptif adalah mngidentifikasi masalah.
Di mana kita harus mengetahui masalah apa yang akan diteliti dengan menggunakan
statistik deskriptif. Kedua, adalah mengumpulkan data yang relevan dengan
masalah yang akan diteliti. Kemudian langkah selanjutnya sebelum penyajian data
adalah membuat distribusi frekuensi.
Distribusi frekuensi adalah pengelompokan
data ke dalam suatu kelas atau kategori kemudian dihitung banyaknya data yang
termasuk ke dalam kelas atau kategori tersebut.
Berikut adalah data hasil
pengukuran tegangan listrik yang dilakukan di rumah tempat tinggal salah
seorang mahasiswa UNIGA dalam kurun waktu 60 menit.
Langkah-langkah membuat tabel
distribusi frekuensi kelompok adalah sebagai berikut.
Langkah 1 : Tentukan Jumlah Kelas (k)
Jumlah kelas (k) dapat dihitung dengan menggunakan rumus :
2k ³ n atau dengan menggunakan aturan sturges (k)
= 1 + 3,322 log n.
dengan :
k = banyak kelas berupa bilangan bulat,
dan
n = banyaknya data.
n = banyaknya data.
Untuk kasus ini, jumlah data (n) = 60
maka banyaknya kelas (k) = 1 + 3,322 log 60
K = 1 + 3,322 [1,778] = 6,9
Oleh karena k harus bilangan bulat, maka banyaknya kelas (k) adalah 7.
Urutan kelas interval dimulai dari datum terkecil yang disusun hingga datum terbesar.
Oleh karena k harus bilangan bulat, maka banyaknya kelas (k) adalah 7.
Urutan kelas interval dimulai dari datum terkecil yang disusun hingga datum terbesar.
Langkah 2 : Tentukan Jangkauan Data (j)
Jangkauan
data (j) dapat dihitung dengan
mengurangi datum terbesar dikurangi datum terkecil.
Untuk kasus ini, datum terbesar adalah 221,9
dan datum terkecil adalah 217,8 sehingga jangkauan data:
j = xmak – xmin = 221,9 – 217,8 = 4,1
j = xmak – xmin = 221,9 – 217,8 = 4,1
Langkah 3 : Tentukan Panjang Kelas Interval (k)
Panjang kelas
interval (i) ditentukan dengan
persamaan:
i
= Jangkauan Data (j) / Jumlah Kelas (k)
Nilai (i) harus disesuaikan
dengan ketelitian data. Jika data teliti sampai satuan, nilai (i) juga harus
satuan.
Untuk kasus ini, panjang kelas interval (i) =
4,2 / 7 = 0,6
Langkah 4 : Tentukan Batas Kelas
Interval
Batas kelas interval meliputui
batas bawah nyata dan batas atas nyata.
Batas bawah nyata dan batas
atas nyata ditentukan. Batas bawah nyata disebut juga tepi bawah dan
batas atas nyata disebut juga tepi atas.
Batas bawah kelas pertama
bisa diambil sama dengan nilai datum terkecil atau nilai yang lebih kecil dari
datum terkecil. Akan tetapi, selisih batas bawah dan batas atas harus kurang
dari panjang kelas.
Tepi bawah kelas diperoleh dari nilai batas bawah kelas dikurangi 0,05.
Sedangkan nilai tepi atas kelas didapat dari nilai batas atas kelas ditambah 0,05.
Langkah 5 : Hitung Nilai Tengah dari Setiap Kelas Interval
Nilai tengah disebut juga
dengan istilah tanda kelas (class mark), yaitu nilai rataan antara
batas bawah dan batas atas pada suatu kelas interval.
Nilai tengah dianggap
sebagai wakil dari nilai-nilai datum yang termasuk dalam suatu
kelas interval.
Nilai tengah dirumuskan sebagai
berikut :
Nilai atau Titik Tengah Kelas
(Xi) = ½ (Batas Bawah + Batas Atas)
Langkah 6 : Hitung Frequensi dari Setiap
Kelas Interval
Frekuensi dari setiap kelas
interval dapat dicari dengan cara menuliskan dalam bentuk turus terlebih dahulu,
kemudian jumlah frekuensi dari setiap kelas di hitung dan ditulis dalam kolom
frekuensinya.
Langkah 7 : Hitung Frequensi Relative dari Setiap Kelas Interval
Dalam tabel diatas, frekuensi
dinyatakan dalam bilangan cacah yang menyatakan banyaknya datum dalam setiap
kelas. Bentuk
ini dinamakan bentuk absolut. Frekuensi absolut disingkat dengan f.
Jika frekuensi dinyatakan
dalam persen, diperoleh tabel distribusi frekuensi relatif, yang
biasa disingkat dengan frel. Besar atau kecilnya
frekuensi suatu kelas dapat dibandingkan dengan banyaknya seluruh datum (total
frekuensi). Perbandingan ini dinamakan frekuensi relatif dari
kelas itu. Frekuensi relatif bisa dinyatakan dengan persen sehingga sering juga
dilambangkan dengan f (%).
Dengan demikian, frekuensi
relatif diperoleh dengan membagi frekuensi suatu datum ( fs)
dengan ukuran (banyak) data dan dikalikan dengan 100%. Secara matematis, dapat
ditulis sebagai berikut.
frel = (fabs/n)
x 100 %
Salah satu bentuk grafik yang paling
umum digunakan untuk distribusi frekuensi adalah histogram.
Histogram adalah grafik yang menunjukkan kelas dan jumlah
frekuensi dimana frekuensi ditunjukkan sesuai dengan ketinggian batang.
Sebelum membuat histogram, yang harus kita lakukan adalah menentukan nilai
tepi kelas untuk masing-masing kelas. Nilai tepi terdiri dari tepi bawah kelas
dan tepi atas kelas.
Poligon
Poligon merupakan
garis yang menghubungkan titik-titik tengah dari setiap kelas sehingga
menghasilkan diagram garis. Karena itu diperlukan nilai atau titik tengah dari
setiap kelas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar